Mengapa Klasifikasi dan Simbol Penting
Bahan kimia memiliki peran besar dalam riset, industri, kesehatan, hingga penggunaan sehari-hari. Karena sifatnya dapat bereaksi, berubah, dan menimbulkan risiko tertentu, pemahaman tentang klasifikasi dan simbol bahan kimia menjadi fondasi keselamatan. Simbol bahaya mempermudah identifikasi risiko sehingga pengguna dapat menangani, menyimpan, dan membuang bahan kimia secara tepat.
Informasi ini krusial bagi teknisi laboratorium, praktisi industri, mahasiswa, hingga profesional K3, karena kesalahan memahami simbol dapat berakibat pada paparan berbahaya, kecelakaan kerja, hingga dampak lingkungan.
Artikel ini akan membahas sistem klasifikasi global, jenis bahaya, dan piktogram yang digunakan secara internasional. Setiap bagian dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif sekaligus relevan dalam aktivitas laboratorium modern.
Apa Itu GHS (Globally Harmonized System)
GHS atau Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals adalah sistem global yang dibuat untuk menyeragamkan cara mengklasifikasikan dan memberi label bahan kimia. Sebelum GHS, setiap negara memiliki sistem sendiri, sehingga informasi bahaya sering tidak konsisten. GHS hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut.
a. Tujuan GHS
- Harmonisasi informasi bahaya agar mudah dipahami secara global.
- Meningkatkan keselamatan kerja dengan pelabelan yang jelas.
- Memfasilitasi perdagangan internasional karena standar yang seragam.
- Mengurangi risiko salah penanganan melalui piktogram universal.
b. Struktur Dasar Klasifikasi GHS
GHS membagi bahaya menjadi tiga kelompok utama:
- Bahaya Fisik (Physical Hazards)
- Bahaya Kesehatan (Health Hazards)
- Bahaya Lingkungan (Environmental Hazards)
c. Manfaat Implementasi GHS
Implementasi GHS membantu memastikan bahwa semua pihak—dari produsen hingga pengguna—memiliki pemahaman yang sama tentang risiko kimia. Dengan demikian, kecelakaan dapat diminimalkan dan proses kerja menjadi lebih aman.
Karunia Jasindo memastikan semua produk, mulai dari reagen hingga solvent high-purity, mengikuti standar GHS yang berlaku, sehingga pengguna mendapatkan informasi keselamatan yang akurat dan konsisten.

Klasifikasi Bahaya Fisik dalam GHS
Bahaya fisik terjadi ketika bahan kimia memiliki sifat yang dapat memicu ledakan, kebakaran, atau reaksi berbahaya lainnya. Memahami kategori ini sangat penting dalam penyimpanan dan penanganan.
a. Kategori Bahaya Fisik
- Mudah Meledak (Explosives) – Bahan yang dapat bereaksi hebat bahkan tanpa udara.
- Mudah Terbakar (Flammable) – Termasuk cairan, gas, dan padatan yang mudah menyala.
- Oksidator (Oxidizing Substances) – Mempercepat pembakaran bahan lain.
- Gas Bertekanan (Compressed Gas) – Rentan pecah atau meledak saat terpapar panas.
- Korosif terhadap Logam (Corrosive to Metals) – Menyebabkan kerusakan pada kontainer logam.
b. Contoh Bahan Kimia
- Ethanol – Cairan mudah terbakar.
- Hydrogen Peroxide (≥ 30%) – Oksidator kuat.
- Acetylene – Gas mudah meledak.
c. Pencegahan Bahaya Fisik
- Gunakan lemari penyimpanan khusus untuk bahan mudah terbakar.
- Hindari paparan panas dan sumber api.
- Pastikan ventilasi ruangan memadai.
Tabel 1. Ringkasan Bahaya Fisik
| Kategori | Contoh | Risiko Utama | Pencegahan |
| Mudah terbakar | Ethanol | Kebakaran cepat | Simpan di flame-proof cabinet |
| Oksidator | H2O2 30% | Reaksi intens | Jauhkan dari bahan reduktor |
| Gas bertekanan | Acetylene | Ledakan | Hindari panas |
Semua bahan kimia yang didistribusikan PT. Karunia Jasindo dilengkapi SDS dan label GHS resmi, memastikan penanganan aman bagi pengguna.
Klasifikasi Bahaya Kesehatan (Health Hazards)
Bahaya kesehatan berkaitan dengan efek toksik yang dapat terjadi akibat paparan bahan kimia, baik jangka pendek maupun panjang.
a. Jenis Bahaya Kesehatan
- Toksisitas Akut (Acute Toxicity) – Efek cepat akibat paparan singkat.
- Iritasi/Korosi Kulit dan Mata – Menyebabkan luka bakar atau iritasi.
- Sensitisasi Pernapasan/Kulit – Reaksi alergi berat.
- Mutagenisitas – Risiko perubahan genetik.
- Karsinogenisitas – Dapat meningkatkan risiko kanker.
- Toksisitas Reproduksi – Mengganggu sistem reproduksi.
- Efek Sistemik Jangka Panjang – Kerusakan organ target.
b. Contoh dan Efek
- Methanol – Bisa menyebabkan kebutaan (toksisitas akut).
- Sodium Hydroxide – Korosif terhadap kulit.
- Benzene – Karsinogen kategori 1.
c. Strategi Pencegahan
- Gunakan APD lengkap (sarung tangan, goggles, lab coat).
- Minimalkan paparan melalui ventilasi dan fume hood.
- Ikuti SOP laboratorium.
Tabel 2. Bahaya Kesehatan
| Kelas Bahaya | Contoh | Dampak | Pencegahan |
| Toksisitas akut | Methanol | Kerusakan saraf | Gunakan APD lengkap |
| Korosif | NaOH | Luka bakar | Gunakan goggles |
| Karsinogen | Benzene | Risiko kanker | Gunakan fume hood |
Karunia Jasindo memastikan semua bahan kimia high-purity memiliki dokumentasi SDS lengkap untuk mendukung identifikasi bahaya kesehatan secara tepat.
Klasifikasi Bahaya Lingkungan (Environmental Hazards)
Bahan kimia juga dapat menimbulkan efek jangka panjang terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.
a. Jenis Bahaya Lingkungan
- Toksisitas Akuatik Akut – Dampak cepat pada organisme air.
- Toksisitas Akuatik Kronis – Dampak jangka panjang.
- Bioakumulasi – Penumpukan bahan kimia dalam rantai makanan.
- Persistensi Lingkungan – Bahan kimia yang sulit terurai.
b. Contoh Bahaya
- Mercury Compounds – Bersifat bioakumulatif.
- Pesticides tertentu – Efek negatif terhadap organisme air.
c. Praktik Pencegahan
- Tidak membuang bahan kimia ke drainase.
- Gunakan sistem pengolahan limbah B3.
- Ikuti pedoman penyimpanan yang minim risiko tumpahan.
Tabel 3. Bahaya Lingkungan
| Kategori | Contoh | Risiko Lingkungan | Pencegahan |
| Akut | Pestisida | Membunuh organisme air | Buang sesuai regulasi |
| Kronis | Mercury | Bioakumulasi | Pengolahan limbah B3 |
Karunia Jasindo memfasilitasi penyediaan bahan kimia yang mengikuti standar internasional, serta membantu memastikan pengguna memahami risiko lingkungannya melalui SDS terkini.
Sistem Klasifikasi Bahan Kimia Internasional
Sistem klasifikasi bahan kimia internasional membantu memastikan keselamatan pada proses penyimpanan, distribusi, dan penggunaan di seluruh dunia. Standar ini mempermudah identifikasi bahaya dan meminimalkan risiko kecelakaan. Dua standar yang paling banyak digunakan meliputi GHS (Globally Harmonized System) dan CLP (Classification, Labelling and Packaging Regulation).
1. GHS – Globally Harmonized System
GHS adalah sistem global untuk mengklasifikasikan dan memberi label bahan kimia berdasarkan bahaya fisik, kesehatan, dan lingkungan. Sistem ini mencakup penjelasan tentang piktogram, signal word, hazard statement, dan precautionary statement.
2. CLP – European Union Classification
CLP adalah regulasi di Uni Eropa yang mengadopsi GHS tetapi memberikan penyesuaian tertentu untuk pasar Eropa. CLP fokus pada penandaan, pengemasan, dan registrasi bahan kimia agar memenuhi persyaratan keselamatan regional.
Tabel 4. Ringkasan GHS vs CLP
| Sistem | Fokus Utama | Penggunaan Global | Elemen Utama |
| GHS | Harmonisasi global klasifikasi bahaya | Digunakan di seluruh dunia | Piktogram, Signal Word, Hazard & Precautionary Statements |
| CLP | Regulasi Eropa berbasis GHS | Eropa & negara yang mengadopsi | Label, kemasan, registrasi, notifikasi |
Dengan mengikuti standar internasional seperti GHS dan CLP, PT. Karunia Jasindo memastikan setiap bahan kimia yang didistribusikan memiliki label dan dokumen keselamatan yang lengkap dan terstandar.

Simbol Keselamatan GHS dan Artinya
Piktogram GHS bukan sekadar simbol atau ikon visual, tetapi perangkat keselamatan vital. Di laboratorium, piktogram menentukan jenis APD yang harus digunakan, sistem ventilasi yang diperlukan, hingga penanganan tumpahan. Bahkan bahan yang tampak aman seperti etanol tetap dikategorikan sebagai mudah terbakar, sehingga simbol menjadi kunci identifikasi risiko cepat. Simbol pada label kimia digunakan untuk memberikan peringatan visual terkait potensi bahaya. Simbol ini membantu pengguna memahami risiko secara cepat dan jelas.
a. Piktogram Bahaya Fisik
Meliputi bahan mudah terbakar, meledak, oksidator, dan gas bertekanan.
b. Piktogram Bahaya Kesehatan
Termasuk iritasi, toksisitas akut, korosif, hingga karsinogenik.
c. Piktogram Bahaya Lingkungan
Menandai bahan kimia yang dapat merusak organisme air dan ekosistem.
Tabel 5. Simbol GHS dan Fungsinya
| Piktogram | Jenis Bahaya | Contoh Bahan |
| 🔥 | Mudah terbakar | Solvent organik |
| ☠️ | Toksik akut | Pestisida tertentu |
| ⚠️ | Iritasi ringan | Amonia encer |
| 🧪 | Korosif | Asam kuat |
| 🌱 | Bahaya lingkungan | Logam berat |
Setiap produk kimia yang disediakan PT. Karunia Jasindo telah dilengkapi label GHS lengkap untuk memastikan kemudahan identifikasi dan keamanan pengguna.
Standar Penandaan dan Labeling Bahan Kimia
Penandaan dan pelabelan berfungsi menyampaikan informasi bahaya, panduan penggunaan, serta tindakan darurat bila terjadi kecelakaan.
a. Elemen Wajib Label Kimia
- Identifikasi produk
- Piktogram GHS
- Signal word (Danger/Warning)
- Hazard Statement (H‑code)
- Precautionary Statement (P‑code)
- Informasi pemasok
b. MSDS/SDS – Material Safety Data Sheet
SDS menyediakan informasi teknis lebih lengkap seperti titik nyala, stabilitas kimia, langkah pertolongan pertama, hingga penanganan tumpahan.
Tabel 6. Elemen SDS
| Bagian | Isi Informasi |
| Section 1 | Identifikasi zat & pemasok |
| Section 4 | Pertolongan pertama |
| Section 7 | Penanganan & penyimpanan |
| Section 10 | Stabilitas & reaktivitas |
Semua bahan kimia yang ditawarkan PT. Karunia Jasindo dilengkapi SDS resmi agar setiap pengguna dapat bekerja sesuai standar keselamatan.
Penerapan Klasifikasi dan Simbol dalam Lingkungan Kerja
Penerapan klasifikasi bahan kimia dalam keseharian kerja melibatkan lebih dari membaca label. Pengguna perlu memahami kompatibilitas, SOP, hingga audit keselamatan. Banyak kecelakaan terjadi bukan karena bahaya zatnya tinggi, tetapi karena salah penanganan akibat kurang memahami SDS atau prosedur penyimpanan yang benar. Penerapan yang benar membantu mengurangi kecelakaan kerja, meminimalkan paparan, serta meningkatkan efisiensi operasional di laboratorium dan industri.
a. Penyimpanan Bahan Kimia Berdasarkan Klasifikasi
- Pisahkan bahan mudah terbakar dari sumber panas.
- Simpan bahan oksidator jauh dari solvent organik.
- Gunakan lemari khusus untuk bahan korosif.
b. Pelatihan dan SOP Keselamatan
Pelatihan mencakup penggunaan APD, cara membaca label, manajemen tumpahan, dan prosedur evakuasi.
c. Audit Keselamatan & Compliance
Melakukan audit rutin memastikan fasilitas selalu mengikuti standar regulasi.
Tabel 7. Penerapan Keselamatan
| Area | Fokus Utama | Contoh Implementasi |
| Penyimpanan | Pemisahan bahaya | Lemari flammable |
| Penggunaan | APD & pelatihan | Safety goggle, glove |
| Dokumentasi | Kepatuhan regulasi | SDS & SOP |
Melalui penyediaan bahan kimia terstandar, SDS, dan konsultasi teknis, PT. Karunia Jasindo membantu industri menerapkan sistem keselamatan yang konsisten.
Kesimpulan
Klasifikasi dan simbol bahan kimia memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan pada berbagai aktivitas yang melibatkan zat kimia. Dengan memahami sistem GHS, simbol bahaya, serta standar labeling, pengguna dapat bekerja lebih aman dan efisien. Implementasi yang benar—mulai dari penyimpanan, pelabelan, pelatihan, hingga audit—menjadi fondasi penting dalam mengurangi risiko operasional.
Sebagai distributor bahan kimia yang mengutamakan kualitas dan kepatuhan regulasi, PT. Karunia Jasindo berkomitmen menyediakan produk dengan dokumentasi keselamatan lengkap, standar internasional, serta dukungan teknis untuk membantu setiap sektor mencapai tingkat keselamatan tertinggi.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan klasifikasi dan simbol bahan kimia?
Klasifikasi dan simbol bahan kimia adalah sistem penilaian bahaya dan penandaan visual yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko suatu zat. Sistem seperti GHS dan CLP memberikan standar global mengenai jenis bahaya, piktogram, dan cara penanganannya agar bahan kimia dapat digunakan secara aman dan sesuai regulasi.
2. Mengapa simbol GHS penting dalam keselamatan kerja?
Simbol GHS membantu pengguna mengenali bahaya secara cepat—mulai dari mudah terbakar, korosif, toksik, hingga bahaya lingkungan. Dengan mengetahui arti piktogram, pengguna dapat menentukan APD yang tepat, metode penyimpanan yang aman, dan tindakan darurat bila terjadi tumpahan atau paparan.
3. Bagaimana cara memastikan bahan kimia ditangani sesuai standar?
Gunakan bahan kimia yang memiliki label sesuai GHS/CLP, periksa SDS, terapkan penyimpanan berbasis kompatibilitas, serta pastikan pelatihan keselamatan diberikan kepada seluruh pengguna. Menggunakan produk dari distributor tepercaya seperti PT. Karunia Jasindo juga membantu memastikan kualitas, keaslian, dan kepatuhan standar internasional.





